Sabtu, 10 Mei 2014

Sang mantan (cerpen)

Sudah setahun lebih kita tidak lagi bersama, menjalani hubungan dengan status yang rumit. Antara segan dan ingin menjalani hubungan. Antara mengakhiri dan mau melanjutkan.

Dimalam yang sepi, udara menyelimuti. Kamu mengabariku berita yang menusuk hati.
Kring kring kring suara handphone ku berbunyi . Ku angkat dan

"Ia sayang. Met malam. Ada apa" penuh dgn suara yang lembut ku ucapakan
"Maaf ya sayang aku ganggu kamu"
Tak seperti biasanya kamu berkata seperti itu padaku. Entah kenapa, rasa penasaranpun mulai menjelajah di pikiran
"Engga ko sayang. Km g ganggu. Biasanya km engga seperti ini deh"
"Sayang. Aku mau blg sesuatu sma kamu. Boleh?" Nada lembut kamu begitu membuatku diam dan tertegun
"Kamu mau blg apa?"
"Enah kenapa rasa aku aneh hari hari ini. Aku engga tau knpa dan mengapa.namun sekarang hati aku mau mengatakan bahwa. Aku harus mengakhiri kisah kita ini"
"Maksssssud kamu?"
Tutututut dia mengakhiri telepon itu.

Dengan penuh kekagetan aku hanya bisa diam.melamunkan semua perkatan, Menegukan sebagian badan, Merenungkan di setiap kesalahan
Dua jam berlalu, Aku beranikan diri menelpon kembali

Tutututut "nomer yg anda hubungi sedang sibuk"
Ahhh!!! Kenpa sibuk. Apa ia sedang menelpon orang lain atau ditelpon dengan yang lain?

Kesal, Emosi dan amarah keluar.

"Aku kerumah kamu sekarang" dengan sepontan ku kirim sms itu

Dengan pakai kolor warna pink dan kaos oblong yang kumal, ku pacu motor ku yang elegan.

Di saku kanan kantong kolor ku berbunyi
"I love u baby baby alihakan lah padaku pandangan kepada seseorang itu"

Ya nada dering ponsel ku berbunyi merdu.
Telp dari dia . Ia diaaa ya kekasihku.kugenggam oleh tangan kiriku dan ku pencet tombol..........
ahhh salah pencet tombol! . Yg ku pencet tombol NO . Biarkanlah. Ku teruskan lagi pacuanku.
Kali ini suara yang berbunyi berbeda
"Tunigtuning tuningtuning" seperti suara BBM masuk. Ternyata SMS yang ku dpaat. Ya waktu itu aku tak makai BB. Hanya nokia 3120c yg kupunya. Dan sengaja menggunakan nada BBM.

"Jangan kerumah" singkat.
Ah kenapa engga boleh, fikirku dengan cepat.
Bodo! Aku harus dapat kepastian yg tepat dr tutur mulutya langsung.

Terulang lagi bunyi handphone ku
"I love u baby baby"
segerasa ku terima panggilan itu
"Kamu jangan kerumah aku. Aku udah yakin dengan semua itu dan semua keputusanku. Kalau km memaksa untuk datang. Aku benci sma kamu"

Tutututut
belom sempat ku berkata sudah dimatikan. Hoam
Tersentak ku mengentikan pacuan ku. Kudiam dan melamunkan.
"Datang dibenci .tidak datang ditingali"
pilihan yg buatku diam total.

Akhirnya aku pilih pulang
Dan merenungi semua itu hingga malam berganti pagi. Semalaman kutak tidur hanya memikirkan hal itu. Namun kudapat kabar dari adik nya yg memang akrab dengan ku. Bahwa kekasihku kerep sekali menelpon dan di telpon oleh laki laki. Rasa penasaran ku pun mulai naik. Aku pun menelponnya.
Sial! Tulalit
Aku bertanya lewat sms "kenapa dan apa alsan yg membuat ia mengakhiri kisah ini"
satu jam tak ada balasan
Dua jam juga tak ada balasan
Huh membuatku darah tinggi

"Tuning tuning" ada sms masuk. ku buka dan kubaca
Sial! Ternyata sms dari mantan pacar (operator) tak tepat sekali ia memberi tahu masa aktif kartu mauku mau habis

Tak lama sms pun berbunyi lagi.
Aku sudah tidak semangat lagi  buat melihatnya dan membaca isi SMS itu.  Takut operator lagi yg sms. Kubuka dengan ternang sms itu,, teryata

"Maafin aku y. Ada beberapa alsan yg buat aku harus pergi. Aku dilarang orangtua ku. Dan aku jg mau fokus ke pelajaran di sekolah.aku sayang sma kamu. Tapi Aku jg udah bosen sedikit kepada kamu. Aku yakin kamu bisa dapet yang terbaik dari aku.Maaf ya. Emang kita belom jodoh. Kamu boleh benci dan marah sama ak. Aku ngerti"

Baca  saja aku sudah tak percaya dengan semua yg ia kirim  itu. Sudah setahun satu nulan lebih kita bercerita baru sekarang kamu blg tak di ijinkan? Dan mau fokus?

Namun semuanya menjadi jelas saat beberapa hari setalh itu . Adik mu memberi tahu bahwa kau menerima pinangan dari yang lain. Sakit hati ini itu pasti, sakit! saat mengetahui kau sudah bersama dengan yang lain. Dan menajalani semuanya degan yg lain.
Dengan semua alsan bodohmu.

Namun aku sadar bahwa sebagian dari diriku sudah membuatmu kecewa, Membuat mu terluka. dan menyebabkan kau pergi. Bahkan kau sempat memberi waktu setlah ku tau kau dengan DIA . Waktu yang tak sebentar pada bagian diriku itu untuk memperbaiki diri, dan aku masih ingat kata katamu dan tersimpan di benak pikiranku
"Beri aku waktu 2 hari untuk memilih jalan terbaik bagiku. Dan aku beri kamu 2 hari untuk memperbaiki diri kamu". Namun emosianal ku tersalurkan dan meluap dan akhirnya. Semuanya tak kunjung jua, hingga akhirnya kau menerima
pinangan dari yang lain. Di banding aku.

Aku mencoba bangkit walau tak lagi bersamamu. Bangkit dari keterpurukanku di tahun lalu. Mencoba menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku yakin bisa melakukannya walau tanpa adanya dirimu. Sesulit apapun itu, aku yakin bisa melakukannya.

Saat waktu yang mempertemukan kita kembali. Aku dengan segenap mental dan fisik mencoba kuat untuk bertemu lagi denganmu. Kala itu tepatnya kamis malam kemarin. di sebuah chating singkat antra kamu dan diriku. aku yakin Tatapan senyum ramah masih terpancar di wajahmu saat kita chating malam itu. Aku tahu dari ekspresi wajahmu itu, kau masih tidak mempercayai perjumpaan kita yang seperti ini. Dan aku pun tahu kau masih ada perasaan denganku

Sejujurnya pertemuan kemarin itu di chating merupakan pertemuan emosional bagiku,atau mungkin bagi mu juga. 1 tahun lebih kita tak bersama, kau masih membuktikan kalau kau selalu mempesona dan membuatku tak menyesal sudah Pernah dari satu dekade bersama mu.

oleh karena itu aku mengharapkan kehadiranmu nanti saat pertemuan kedua, yang tentunya aku akan menjamu mu. menjamu kamu dengan sambutan yang spesial yang tentunya mungkin tak akan kau lupakan. Dan itu akan terjadi di tempat dulu kau biasa berlari bermain dan melakukan hal-hal lainnya
bersama sama

Aku tidaklah munafik. Aku dan mereka juga masih menunggu kamu kembali.Bukan hanya sekedar bertamu saja. Tapi untuk kembali bersama denganku. Seperti saat kita bersama-sama mencapai puncak tertinggi di Indonesia. saat kita berjuang bersama melewati hari demi hari atau saat aku jatuh sakit yang dalam kau tetap ada bersamaku

sampai ketemu lagi dipertemuan berikutnya sang mantan

7 komentar:

  1. bener tuh, fokus ke pelajaran aja :D

    BalasHapus
  2. Duh, another standard reason of breaking up with boy hahaha. Semoga ini cuma cerpen fiksi aja ya, tidak ada serpihan perasaan dan pengalaman penulisnya saat menuliskan ini :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah alasan para wanita. Setngah nyata setengah fiksi kk. Tp ini benr dr pengalaman ko.

      Hapus
    2. Hahaha kalo gitu semoga segera menemukan perempuan baik kepunyaanmu ya :))

      Hapus
  3. nahan rasa laper itu gampang, yang susah itu nahan rasa kangen

    BalasHapus